Just another WordPress.com site

alami

MENGAPA KITA BERJALAN BERPUTAR DALAM LINGKARAN BILA TERSESAT?

Orang-orang yang pernah tersesat dalam suatu kabut atau suatu badai salju sering berjalan berjam-jam dan mengira bahwa mereka berjalan menuju suatu lintasan lurus. Selang beberapa lama mereka kembali pada tempatnya yang semula.

Inilah sebabnya kita tak pernah dapat berjalan dengan tepat suatu garis/ lintasan lurus tanpa melihat. Tubuh kita itu berbentuk tidak simetris. Artinya adalah bahwa tiada keseimbangan sempurna antara sisi kanan dan kiri. Misalnya jantung kita berada pada sisi kiri dan hati berada di sisi kanan. Kerangka manusiapun tidak simetris. Tulang punggung tidak lurus sempurna. Paha dan kaki berbeda di setiap sisi.

Dengan adanya perbedaan antara otot-otot yang ada di sebelah kanan-kiri, terpengaruhi pula cara jalan, lenggang kita. Bila mata kita tertutup, penguasaan lenggang tergantung pada otot-otot serta susunan tubuh dan salah satu sisi memaksa membelek ke suatu arah tertentu. Akhirnya kita berputar dalam lingkaran.

Sesungguhnya hal ini tidak benar hnya untuk otot-otot lengan. Percobaan pernah dilakukan dengan orang-orang yang ditutup matanya dan diharuskan mengendarai mobil dalam suatu lintasan lurus. Dalam waktu krang lebih 20 detik setiap orang dalam percobaan itu mulai menyimpang dari jalan itu. Inilah alasan yang baik untuk membuka mata lebar-lebar saat anda jalan-jalan atau mengendarai suatu kendaraan.

DAYA TANGKAP LUAR PANCAINDERA (ESP)

Pernahkah anda merasa bahwa sesuatu akan terjadi, tepat sebelum hal itu terjadi? Atau bahwa anda tahu kartu apakah yang akan keluar atau nomor apakah yang akan dipanggil?

Kita ketahui beberapa peristiwa tentang orang-orang yang memiliki kemampuan semacam itu, tidak haknya sekali, akan tetapi lebih sering dari pada manusia biasa pada umumnya. Bagaimanakah mereka memiliki kemampuan itu? Orang percaya bahwa orang-orang semacam itu dikaruniai dengan suatu daya tangkap tentang hal-hal yang akan terjadi. Atau memiliki suatu daya tangkap diluar panca indera. Artinya adalah, bahwa orang-orang semacam itu dapat menangkap hal-hal yang terletak di luar daya tangkap panca indera yang lazim.

Di universitas Duke, selama kurang lebih 25 ytahun, profesor J.B Rhine mengadakan percobaan-percobaan yang bertujuan untuk membuktikan bahwa daya tangkap di luar pancaindera itu memang ada dan ia dapat mengukur daya kemampuan itu pada orang-orang. Percobaan-percobaan itu meliputi percobaan-percobaan untuk menyelidiki kemampuan orang untuk melihat hal-hal yang terletak di luar daya tangkap mata, telepati, dan kemampuan untuk mengetahui hal-hal yang akan terjadi.

Di dalam percobaan kemampuan orang untuk melihat hal-hal yang terletak di luar daya tangkap manusia, atau katakanlah kemampuan melihat terang, setumpuk kartu yang khusus dipergunakan. Tumpukan ini terdiri dari lima kartu yang masing-masing mempunyai gambar yang berlainan. Percobaan itu dilakukan dengan menyuruh orang-orang yang diperkarakan memiliki daya kemampuan penglihatan terang itu mengenal kartu-kartu itu dengan berbagai cara, tanpa melihat kartu-kartu itu. Bila jumlah tebakan benar melebihi jumlah tebakan benar pada orang umumnya, maka orang itu dianggap memiliki daya tangkap diluar pancaindera.

Di dalam percobaan-percobaan yng menyangkut telepati, seseorang mencoba untuk “membaca pikiran” orang yang melakukan percobaan itu dengan menebak kartu-kartu tersebut.

Di dalam percobaan mengenai kemampuan untuk menetahui hal-hal yang akan terjadi, suatu usaha dilakukan untuk meramalkan suatu urutan kejadian sebelum kejadian-kejadian itu trjadi. Lagi-lagi dengan mempergunakan kartu-kartu atau dadu-dadu.

Banyk perbedaan pendapat mengenai nilai dari hasil-hasil percobaan ini sebagai pembuktian nyata tentang adanya daya tangkap diluar pancaindera. Akan tetapi sudah banyak orang yang kini mendukung pendapat bahwa hasil-hasilnya menunjukkan adanya sesuatu yang tidak terjadi secara kebetulan belaka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s