Just another WordPress.com site

Fobia

FOBIA

Kenapa sebagian orang takut berdiri di tempat tinggi
Sebagian manusia, kita tidak hanya dapat menderita rasa sakit secara fisik saja, melainkan secara emosional juga. Suatu keadaan dapat menyebabkan kerisauan emosional yang sangat bagi kita. Kadang kita menghadapi hal itu dengan reaksi yang sederhana saja. Misalnya, mungkin kita lalu menangis atau muka menjadi merah atau berkeringat. Tetapi kalau tekanan emosi cukup kuat atau kalau daya tahan tidak terlalu kuat, mungkin bisa memberi reaksi lain terhadap tekanan. salah satu reaksi adalah reaksi fobi. Artinya, tekanan emosi yang dirasakan atau kerisauan dikaitkan dengan obyek atau keadaan tertentu. Dalam menghindari obyek atau keadaan, maka dapat menghindari tekanan emosi atau kerisauan. Fobia dapat menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Mengapa? Bagi sebagian orang, Fobia sulit dimengerti ataupun dipahami. Itu sebabnya, hal ini sering dijadikan bulan-bulanan, ejekan, ledekan oleh teman-teman sekitarnya. Ada perbedaan “sebutan” antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia. Pengamat fobia menggunakan logika sementara seorang pengidap fobia biasanya menggunakan rasa. Bagi pengamat dirasa lucu dan terkadang merasa aneh bila seseorang berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kucing atau cicak. Sementara dibayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.

Fobi yang sangat terkenal dan umum adalah takut kepada ruang kecil yang tertutup, ruangan luas dan terbuka, takut kepada himpunanorang banyak, tempat tinggi, kegelapan, berbagai binatang buas dan berbagai penyakit.

Tentu saja orang yang mempunyai fobi ini tidak tau mengapa ia takut. Ia tidak sadar tentang apa yang terjadi jauh di dalam pikirannya. Yang diketahui hanyalah bahwa merasa takut kepada keadaan keadaan tertentu, oleh karena itu ia menghindarinya. Ia bahkan mungkin mengetahui bahwa perasaan takutnya itu tidak beralasan.

Untuk menerangkan hal itu umpamanya ada seorang anak kecil dalam suatu keluarga seorang biasa, ia mencintai keluarganya, tetapi ia kadang juga takut terhadap beberapa orang dalam keluarga itu. misalnya ia taku kepada ayahnya, meskipun sebenarnya ia mencintainya. Ia tidak merasa senang bahwa ia takut kepada ayahnya, oleh karena itu secara tidak sadar ia mnyembunyikan perasaannya itu ke sesuatu yang tinggi dan dengan demikian ia menjadi takut pada tempat yang tinggi.

perlu diketahui bahwa bnyak sekali orang yang menderita sakit secara emosional dan bahwa kerisauan itu dapat ditolong secara medis. Kita harus menunjukkan simpati dan pengertian kepada orang yang mempunyai fobi.

SOURce: http://cyber-wd.blogspot.com/2010/03/tradisi-mengerikan-didunia-sebagian.html

THAT SITE IS MY PREVIOUS BLOG, BUT I’M FORGOT MY PASSWORD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s